Penggunaan Partikel dalam Bahasa Jepang

Partikel objek langsung 「を」

Partikel pertama yang akan kita pelajari adalah partikel objek karena merupakan yang paling mudah dimengerti. Huruf 「を」 ditempelkan ke akhir suatu kata untuk menandakan bahwa kata tersebut merupakan objek langsung verbanya. Huruf ini bisa dibilang tidak pernah digunakan untuk keperluan lain. Oleh karenanya, padanan katakananya 「ヲ」 hampir tidak pernah ditemui karena partikel selalu ditulis dengan hiragana. Huruf 「を」, walaupun seharusnya berbunyi “wo”, pada umumnya diucapkan sebagai “o” di pembicaraan nyata. Inilah beberapa contoh penggunaan partikel objek langsung.

Contoh

(1) 魚食べる。

– Makan ikan.

(2) ジュース飲んだ。

– Tadi minum jus.

Tidak seperti konsep objek langsung di bahasa Indonesia, tempat juga bisa menjadi objek langsung verba gerakan seperti 「歩く」 dan 「走る」. Ini artinya kita bergerak melalui atau melintasi tempat tersebut. Bayangkan saja 「を」 menandakan objek injak-injakan kaki kita saat bergerak.

(3) 街ぶらぶら歩く。

– Berjalan sepanjang kota tanpa tujuan. (lit: Berjalan kota tanpa tujuan)

(4) 高速道路走る。

– Berlari melintasi jalan raya. (lit: Berlari jalan raya)

Kalau kamu menggunakan 「する」 dengan nomina, partikel 「を」 bisa dihilangkan dan kamu bisa menganggap seluruh [nomina+する] sebagai satu verba.

(5) 毎日、日本語を勉強する

– Belajar bahasa Jepang setiap hari.

(6) メールアドレスを登録した

– Telah mendaftarkan alamat email.

Partikel target 「に」

Partikel 「に」 menyatakan target dari verba. Ini berbeda dengan 「を」, di mana verbanya melakukan sesuatu terhadap objek langsung. Dengan 「に」, verbanya melakukan sesuatu menujukata yang ditandai 「に」. Contohnya, tempat tujuan verba gerakan ditandai dengan 「に」.

Contoh

(1) ジャヤは日本行った。

– Jaya pergi ke Jepang. (lampau)

(2) 家帰らない。

– Tidak pulang ke rumah.

(3) 部屋くる。

– Datang ke kamar.

Bisa dilihat di contoh (3) bahwa partikel target selalu berarti tujuan (“ke”) dan bukan asal (“dari”). Kalau kamu ingin mengatakan misalnya “datang dari”, maka kamu perlu menggunakan 「から」 yang artinya “dari”. Dengan 「に」, artinya adalah “datang ke“. 「から」 sering berpasangan dengan 「まで」 yang artinya “sampai”.

(4) イチャは、インドネシアからきた。

– Icha datang dari Indonesia. (lampau)

(5) 宿題を今日から明日までする。

– Akan mengerjakan PR dari hari ini sampai besok.

Konsep target di bahasa Jepang sangatlah umum dan tidak terbatas pada verba gerakan. Contohnya, lokasi benda pada bahasa Jepang adalah target bagi verba keberadaan (ある dan いる). Waktu juga merupakan target umum. Ini adalah beberapa contoh verba nongerakan dan targetnya.

(6) 猫は部屋いる。

– Kucing ada di kamar.

(7) 椅子が台所あった。

– Waktu itu kursi ada di dapur.

(8) いい友達会った。

– Kemarin bertemu teman baik.

(9) リナは医者なる。

– Rina akan menjadi dokter.

(10) 先週図書館行った。

– Pergi ke perpustakaan minggu lalu.

Catatan: Jangan lupa untuk menggunakan 「ある」 untuk tanaman dan benda mati seperti kursi dan 「いる」 untuk benda hidup bergerak seperti kucing.

Walaupun partikel 「に」 tidak selalu dibutuhkan untuk menyatakan waktu, ada sedikit perbedaan arti antara kalimat yang menggunakannya dan yang tidak menggunakan apa-apa sama sekali. Di contoh berikut, partikel target membuat tanggalnya menjadi target khusus sehingga menekankan bahwa temannya akan pergi ke Jepang pada waktu tersebut. Tanpa partikelnya, tidak ada penekanan khusus.

(11) 友達は、来年、日本に行く。

– Tahun depan, teman akan pergi ke Jepang.

(12) 友達は、来年日本に行く。

– Teman akan pergi ke Jepang tahun depan.

Partikel arah 「へ」

Walaupun 「へ」 umumnya diucapkan “he”, saat digunakan sebagai partikel dia selalu diucapkan “e”. Beda utama antara partikel 「に」 dan 「へ」 adalah bahwa 「に」 memandang targetnya sebagai tujuan akhir (baik kongkrit maupun abstrak). Di lain pihak, 「へ」 lebih menyatakan bahwa kita bergerak ke arah tertentu, tapi tidak menjamin bahwa itu adalah tujuan akhirnya. Karenanya, 「へ」 hanya digunakan untuk verba gerakan. Dengan kata lain, partikel 「に」 menyatakan targetnya dengan pasti sedangkan 「へ」 lebih samar-samar tentang tujuan akhirnya. Sebagai contoh, kalau kita mengganti 「に」 dengan 「へ」 pada tiga contoh yang tadi telah muncul, nuansanya sedikit berubah.

Contoh

(1) ジャヤは日本行った。

– Jaya pergi ke arah Jepang. (lampau)

(2) 家帰らない。

– Tidak pulang ke arah rumah.

(3) 部屋くる。

– Datang ke arah kamar.

Untuk memperjelas, misalnya kita mengatakan “Orang itu lari ke arah utara”. Kita bisa mengatakan hal tersebut tanpa perlu tahu tujuan sebenarnya si orang itu. Bisa saja, setelah berlari beberapa ratus meter orang tersebut ternyata belok ke timur karena memang tempat yang ditujunya ada di situ. Inilah esensi 「へ」 yang lebih menyatakan arah gerakan namun tidak menjamin apapun mengenai tujuan akhirnya.

Kita tidak bisa menggunakan partikel 「へ」 untuk verba yang tidak memiliki arah fisik. Contoh berikut salah:

(誤) 医者なる。

– (Versi salah dari 「医者になる」.)

Ini tidak berarti 「へ」 tidak bisa digunakan untuk konsep abstrak. Bahkan, karena arti arah yang samar dari partikel ini, 「へ」 juga bisa digunakan untuk membicarakan sasaran masa mendatang dan harapan.

(4) 勝ち向かう。

– Menuju kemenangan.

Partikel konteks 「で」

Partikel 「で」 memungkinkan kita menyatakan konteks pelaksanaan verbanya. Misalnya, jika seseorang makan ikan, di mana dia makan? Lalu, jika seseorang pergi ke sekolah, dengan kendaraan apa dia pergi? Dengan alat apa kamu makan? Semua pertanyaan tadi bisa dijawab dengan partikel 「で」. Ini beberapa contohnya.

Contoh

(1) 映画館見た。

– Melihat di bioskop.

(2) バス帰る。

– Pulang dengan bis.

(3) レストラン昼ご飯を食べた。

– Tadi makan siang di restoran.

Pada dasarnya, 「で」 berarti “dengan cara”. Namun untuk tempat, kata bahasa Indonesia yang lebih cocok adalah “di”.

Menggunakan 「で」 dengan 「何」

Di bahasa Jepang, “apa” (何) cukup menyebalkan karena walaupun pada umumnya dibaca 「なに」, kadang-kadang dia dibaca 「なん」 tergantung pada penggunaannya. Karena selalu ditulis menggunakan kanji, kamu tidak bisa tahu dari penulisannya. Untuk awal, saya menyarankan kamu membacanya 「なに」 sampai ada yang mengoreksi kamu bahwa untuk kasus tersebut bacaannya adalah 「なん」. Jika ditempel partikel 「で」, cara membacanya adalah 「なに」. (Gunakan kursor mouse kamu untuk mencek bacaannya di sini.)

(4) 何きた?

– Tadi datang dengan cara apa?

(5) バスきた。

– Tadi datang dengan bis.

Inilah bagian yang membingungkan. Bahasa Jepang “kenapa” adalah 「どうして」 atau versi lainnya yang terdengar lebih kuat 「なぜ」. Namun yang paling sering dipakai adalah versi percakapannya yaitu 「なんで」 yang ditulis 「何で」! Ini adalah kata yang berdiri sendiri dan tidak ada hubungannya dengan partikel 「で」.

(1) 何できた?

– Kenapa kamu datang?

(2) 暇だから。

– Karena sedang ada waktu luang.

「から」 yang muncul di sini artinya “karena”, beda dengan 「から」 yang kita pelajari sebelumnya. Pembahasan sepenuhnya ada di bab kalimat gabungan. Inti dari contoh tersebut adalah bahwa dua kalimat yang ditulis persis sama bisa dibaca berbeda dan artinya juga berbeda. Jangan khawatir, masalahnya tidak sebesar kelihatannya sebab di sebagian besar kasus, cara membaca yang kedua (「なんで」) adalah yang lebih umum. Dan kalaupun yang diinginkan adalah 「なにで」, konteks pembicaraannya akan membuatnya jelas. Bahkan dalam contoh pendek ini pun kamu sudah bisa tahu mana cara membaca yang benar dengan melihat jawaban pertanyaannya.

Saat tempat menjadi topik

Ada kasus-kasus saat lokasi suatu aksi juga merupakan topik kalimat. Kamu bisa menempelkan partikel topik (「は」 dan 「も」) ke tiga partikel yang berhubungan dengan lokasi (「に」、「へ」、「で」) saat lokasinya adalah topik. Di contoh berikut kita bisa melihat bagaimana lokasi juga bisa menjadi topik.

Contoh 1

ジャヤ: 学校に行った?

– (Apakah kamu kemarin) pergi ke sekolah?

ギタ: 行かなかった。

– Tidak pergi.

ジャヤ: 図書館には

– Kalau ke perpustakaan?

ギタ: 図書館にも行かなかった。

– Ke perpustakaan juga tidak pergi.

Di contoh ini, Jaya mengangkat topik baru (perpustakaan) sehingga lokasinya juga menjadi topik. Kalimatnya sebetulnya versi singkat dari 「図書館には行った?」.

Contoh 2

アンドレ: どこで食べる?

– Makan di mana?

リナ: イタリアレストランではどう?

– Bagaimakan kalau di restoran Italia?

Di sini Rina menyarankan restoran Italia. Kalimat seperti “Bagaimana kalau…” biasanya mengangkat topik baru karena orangnya menyarankan sesuatu yang baru. Dalam kasus ini, lokasinya (restoran) menjadi saran sehingga dia menjadi topik.

Saat objek langsung menjadi topik

Partikel objek langsung berbeda dengan partikel yang berhubungan dengan tempat sebab kamu tidak bisa menggabungnya dengan partikel lain. Sebagai contoh, dengan membaca bagian sebelumnya kamu mungkin menebak bahwa kita juga bisa mengatakan 「をは」 untuk menyatakan objek langsung yang juga menjadi topik. Tapi caranya bukan seperti itu. Suatu topik juga bisa merupakan objek langsung tanpa menggunakan partikel 「を」. Menggunakan 「を」 malah akan membuat kalimatnya salah.

Contoh

(1) 日本語習う。

– Belajar bahasa Jepang.

(2) 日本語、習う。

– Mengenai bahasa Jepang, (akan) belajar.

Jangan melakukan kesalahan berikut:

(誤) 日本語をは、習う。

– [Kalimat yang salah.]

source 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: